Minggu, 07 Oktober 2012

kemiskinan di negara berkembang


kemiskinan dan penganguran menjadi masalah yang sangat komplek bagi Negara-negara berkembang termasuk Negara kita Indonesia banyak ahli berusaha memecahkan masalah ini di mulai dari perintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengurangi anga penduduk miskin di negra ini .
melalui perintah daerah dan pusat di harapkan dapat menciptakan solusi-solusi yang tepat yang bisa di terapkan di masyarakat luas . dari sinilaah masyarakat diharap kan bisa memulai berwirausah dan mengankat pendapatan ekonomi keluaraganya dan keluar dari garis kemiskinan . menurut data pemerintah pada tahun 2011 angka penduduk miskin mencapai 33% dan angaka penganguran mencapai 45% tentu saja hasil yang cukup mencengangkan untuk Negara berpenduduk terbanyak ke 4 di dunia maka dari itulah perintah daerah maupun pusat dapat menemukan solusi-solusi yang tepat .
DAMPAK KEMISKINAN
Jelas maslah kemiskinan bukan masalah yang mudah untuk di pecahkan tapi bila tidak segera di tangani dengan serius Negara ini akan menjadi Negara yang gagal di mata dunia selain itu pastilah tingkat kriminalitas akan meningkat di karnakan masyarakat tidak mempunyai lapangan pekerjaan yang dapat memberikan penghasilan bagi keluarganya .dalam jangka panjang maslah kemiskinan akan sangat merugikan bagi reputasi Negara ini yang telah gagal mensejahterakan seluruh masyarakatnya dan besar pengaruhnya dengan gerasi penerus bangsa kita kedepan karna kemiskinan sehinga mereka tidak mendapat gizi yang cukup dan kesulitan biaya untuk menuntut ilmu di sekolah . alhasil dapat di prediksikan genersai kita kedepan akan dapat di bodohi oleh Negara-negara yang haus akan hasil bumi kita ini .
FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DI NEGARA BERKEMBANG
Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya terjadinya kemiskinan serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan sehingga dapat di ketahui secara pasti serta dapat di tanggulangi sejak awal , di bawah ini saya akan uraikan beberapa sebab yang menyebabkan terjadinya kemiskinan semoga saja dengan megerti sebab sebab terjadinya kemiskinan kita jadi tahu dan mengerti cara untuk mengantisipasinya
agar kemiskinan di indonesia bisa di atasi berikut adalah sebab sebabnya:

Tingkat inflasi
Pajak dan subsidi
Investasi
Alokasi serta kualitas SDA
Ketersediaan fasilitas umum
Penggunaan teknologi
Tingkat dan jenis pendidikan
Kondisi fisik dan alam
Politik
Bencana alam
Peperangan

PROGRAM PERINTAH UNTUK MENANGGULANGI KEMISKINAN

Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain pertama menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok; kedua mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin; ketiga menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat; keempat meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar; dan kelima membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:
a. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
b. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
c. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
d. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
• Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit;
e. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
• Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
• Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
• Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
• Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
• Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).
Beberapa sumber refrensi dalam penyusunan artikel ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar